Kau tinggalkan jejak bisu di ruang kalbuku
Sunyi merayap pilu, membungkus setiap waktu
Senandung duka lara, menggema tanpa suara
Di mana bahumu kini, tempatku bersandiwara?
Jejak langkahmu pudar, di pasir kenangan samar
Bayangmu hadir samar, di antara kelam kamar
Cahaya redup merana, seolah ikut berduka
Mengapa kau menghilang, tanpa kata, tanpa luka?
Dalam pekatnya malam, kuraba dinginnya nisan
Mencari jejak pelukan, yang kini hanya kenangan
Kau yang pernah ada, kini tiada
Terjebak aku dalam, labirin duka nestapa
Setiap sudut membisik, tentang hadirmu yang terukir
Namun kini kurasa perih, sentuhanmu tak lagi hadir
Angin malam berhembus, membawa serpihan tangis
Mengapa takdir kejam, merenggutmu dengan tragis?
Dalam pekatnya malam, kuraba dinginnya nisan
Mencari jejak pelukan, yang kini hanya kenangan
Kau yang pernah ada, kini tiada
Terjebak aku dalam, labirin duka nestapa
Mungkin di sana kau tenang, di alam yang tak kukenang
Namun di sini ku berjuang, melawan sepi yang menghadang
Bayangmu di kelam, abadi dalam diam
Kenanganmu menghantam, jiwa yang terpendam.



