Matahari tenggelam, pamit pada pagi
Langkahku berat, memeluk sunyi
Aku melangkah menuruti hati
Tinggalkan kamu yang tak lagi berarti
Matahari sudah pergi, dan aku masih di sini
Memandang sisa hangat di kaca jendela
Kalau namamu datang lagi di kepala
Akan kucoba pura-pura lupa
Nada rendah berputar pelan di lorong yang kosong
Satu ketukan jatuh, lalu hilang di lantai
Hati seperti pintu yang belum sempat ditutup
Aku menahan napas, sendiri dan terdiam
Ada bunyi kecil dari jam tua di sudut kamar
Berulang, berulang, seperti langkah yang enggan pulang
Biarkan jeda menggantung, dingin dan panjang
Matahari sudah pergi, dan aku masih di sini
Memandang sisa hangat di kaca jendela
Kalau namamu datang lagi di kepala
Akan kucoba pura-pura lupa